PELAJARAN BAGI KITA PERISTIWA G 30 S/ PKI

oleh Edi Sutardi Bp pada 30 September 2010 jam 23:22

Tgl 30 September adalah hari kelam dicatatan sejarah bangsa Indonesia, karena 50 tun yang lalu terjadi peristiwa berdarah yang mengerikan yaitu terbunuh 5 jenderal pemegang posisi strategis dan satu anak perempuan manis yaitu ade irma serta seorang prajurit oleh Kelompok Partai Komunis Indonesia (PKI ) dan peristiwa ini lebih dikenal dengan Gerakan 30 September PKI atau G 30 S PKI.

Tujuan pembunuhan tersebut dimaksud tiada lain adalah  “kudeta/ ingin menguasai pemerintahan yang syah ” dengan cara kekerasan. Yang perlu dingat oleh kita semua dan kita patut jadikan pelajaran yang berharga dari kejadian itu bukan hanya peristiwa terbunuhnya 7 pahlawan revolusi semata, namun tatacara atau modus operandi  PKI untuk menguasai masa.   yaitu dengan menggunakan bujuk rayu, propaganda yang manis -manis serta hasyutan bahkan dengan  segala cara dan jalan ditempuh demi untuk memenuhi hasrat tercapainya tujuannya yaitu mengkomuniskan Indonesia.

Berdasarkan pengalaman sejarah tersebut, tentunya bagi kita itu adalah fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri, bahwa kita harus hati -hati walaupun hidup bukan dimasa PKI,bahkan bila kita cermati, bahwa modus operandi yang diterapkan oleh masa itu kini semakin marak terjadi dimana-mana baik  dilingkungan kantor, disekolah dan dimasyarakat  dan semakin gilla  tingkat kualitasnya.

Keserakahan manusia dengan menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan nafsunya/pencapaian tujuannya, dilakukan dengan cara seperti :  bujuk rayu  dengan kata kata manis yang terselubung,  propaganda menjanjikan padahal menyesatkan  serta penyebaran  fitnah dan isu untuk  lawan-lawannya politik adu domba bahkan bila perlu dengan  menyingkirkan orang-orang yang tak sepaham.  Salah satu bentuk hasil karya modus operandi tersebut,  kini kita dapat ” nikmati ” di sation TV disepanjang hari disetiap pembeiritaan yaitu : tawuran pelajar, tawarun antar kampung, tawuran antar kelompok, tawuran antar desa, tawuran antar suku bahkan anggota DPR MPRyang terhormat  pun tonjok-tonjokan.  Sedangkan yang mereka permasalahkan menurut berita adalah hal “sepele” bukan masalah prinsip dan “besar “.  Subhanawallah. Maudubawa  kemana bangsa ini ?